Katanyanews.id_manokwari, - Kakak beradik keturunan Cina – Indonesia gagahi tambang emas ilegal di Manokwari, berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak kurang dari 40 unit alat berat berupa ekskavator tersebar disejumlah wilayah di Provinsi Papua Barat.
Sebut saja Atek dan Abeng, dua
bersaudara yang berdomisili di Sumatra, sudah lebih dari 2 tahun beroperasi di
wilayah Manokwari, anak buahnya ditempatkan disejumlah titik lokasi tambang
emas di Wasirawi dan sekitarnya, bahkan saat ini mereka berdua memperluas
wilayah operasi tambangnya hingga ke daerah Bintuni Papua – Barat.
Berbagai macam merek alat berat
ekskavator digunakan oleh duo Cindo ini tetapi berdasarkan pantauan di
lapangan, sebagian besar adalah merek Hitachi yang mereka pakai untuk mengeruk
hasil tambang dari dalam bumi Manokwari.
Salah satu mantan anak buahnya yang
enggan disebut namanya mengatakan, modal besar menjadi dekengan kuat kakak
beradik ini dalam dunia tambang, bahkan mereka (Atek – Abeng) bisa bekerja sama
dengan oknum aparat jika ada kendala dalam bisnis tambang emas ilegal ini.
“Mereka modalnya besar makanya
ekskavatornya banyak, kalau ada masalah atau kendala soal tambang tinggal
telepon anggota bekingannya aja, apalagi kalau cuma soal penyisiran, sebelum
hari H mereka sudah dikasi kabar supaya keluar dari lokasi, makanya anak
buahnya selalu aman dari penyisiran tambang ilegal” ungkapnya.
Selain itu, Pandi (bukan nama
sebenarnya) mengatakan, selama ikut bekerja dengan boss Cindo ini, dirinya
menyebut tidak banyak kendala yang dialami karna setiap pekerja sudah punya
porsi masing-masing, mulai dari bagian perbekalan/logistik, mekanik alat berat,
hingga bagian bendahara/keuangan, bahkan BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk operasi
ekskavator juga disuplai oleh oknum anggota Brimob Manokwari.
“semua pekerjaan sudah terstruktur,
kami punya bagian masing-masing, yang kerja di lokasi ya tinggal mengerjakan
pekerjaannya di lapangan, Bama (Bahan Makanan) sudah ada yang urus, BBM juga
sudah ada yang suplai, intinya kami tinggal kerja “. Tegasnya.
Sementara dari pihak Kepolisian
Daerah Papua – Barat, Brigjen Polisi Alfred Papare, S.I.K selaku Kapolda, belum
bisa memberikan keterangan terkait penambangan ilegal atau PETI (Penambangan
Tanpa Ijin) yang sedang terjadi di wilayah Manokwari.



