BREAKING NEWS

Kamis, 19 Februari 2026

DUO CINDO KUASAI TAMBANG EMAS ILEGAL DI MANOKWARI

 


Katanyanews.id_manokwari, - Kakak beradik keturunan Cina – Indonesia gagahi tambang emas ilegal di Manokwari, berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak kurang dari 40 unit alat berat berupa ekskavator tersebar disejumlah wilayah di Provinsi Papua Barat.

 

Sebut saja Atek dan Abeng, dua bersaudara yang berdomisili di Sumatra, sudah lebih dari 2 tahun beroperasi di wilayah Manokwari, anak buahnya ditempatkan disejumlah titik lokasi tambang emas di Wasirawi dan sekitarnya, bahkan saat ini mereka berdua memperluas wilayah operasi tambangnya hingga ke daerah Bintuni Papua – Barat.

 

Berbagai macam merek alat berat ekskavator digunakan oleh duo Cindo ini tetapi berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar adalah merek Hitachi yang mereka pakai untuk mengeruk hasil tambang dari dalam bumi Manokwari.

 

Salah satu mantan anak buahnya yang enggan disebut namanya mengatakan, modal besar menjadi dekengan kuat kakak beradik ini dalam dunia tambang, bahkan mereka (Atek – Abeng) bisa bekerja sama dengan oknum aparat jika ada kendala dalam bisnis tambang emas ilegal ini.

 

“Mereka modalnya besar makanya ekskavatornya banyak, kalau ada masalah atau kendala soal tambang tinggal telepon anggota bekingannya aja, apalagi kalau cuma soal penyisiran, sebelum hari H mereka sudah dikasi kabar supaya keluar dari lokasi, makanya anak buahnya selalu aman dari penyisiran tambang ilegal” ungkapnya.

 

Selain itu, Pandi (bukan nama sebenarnya) mengatakan, selama ikut bekerja dengan boss Cindo ini, dirinya menyebut tidak banyak kendala yang dialami karna setiap pekerja sudah punya porsi masing-masing, mulai dari bagian perbekalan/logistik, mekanik alat berat, hingga bagian bendahara/keuangan, bahkan BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk operasi ekskavator juga disuplai oleh oknum anggota Brimob Manokwari.

 

“semua pekerjaan sudah terstruktur, kami punya bagian masing-masing, yang kerja di lokasi ya tinggal mengerjakan pekerjaannya di lapangan, Bama (Bahan Makanan) sudah ada yang urus, BBM juga sudah ada yang suplai, intinya kami tinggal kerja “. Tegasnya.

 

Sementara dari pihak Kepolisian Daerah Papua – Barat, Brigjen Polisi Alfred Papare, S.I.K selaku Kapolda, belum bisa memberikan keterangan terkait penambangan ilegal atau PETI (Penambangan Tanpa Ijin) yang sedang terjadi di wilayah Manokwari.

 

Share this:

 
Copyright © 2014 katanya.id. Designed by OddThemes